Ayo Share Novel & Cerpen Buatanmu, Buat Semua Orang Membacanya

Bagi para readers, rekan-rekan blogger, dan siapa saja para penulis novel dan cerpen jika ingin men-share novel atau cerpen buatanya agar bisa dibaca semua orang, bisa kirimkan kesini admin dengan senang hati akan bantu share di blog kita tercinta ini.

Salam,

Read-Blogger

PERBAIKAN LINK DOWNLOAD

Mohon maaf admin sampaikan kepada seluruh reader dan blogger dikarenakan link yang admin share telah banyak yang corrup/error. Sebelumnya admin belum memiliki kesempatan untuk memperbaikinya dikarenakan kesibukan pekerjaan yang menyita waktu. Untuk itu admin akan segera perbaharui mulai hari ini. Untuk perbaikannya tidak bisa dilakukan sekaligus tapi bertahap dikarenakan admin membagi waktu antara pekerjaan, jadi dimohon pengertiannya.

Untuk pemberitahuan apa saja link download novel yang telah admin perbaiki dapat dilihat pada laman NEW LINK.


Terima Kasih,


ReadBlogger


Jumat, April 10

Niken dan Pandu

http://4.bp.blogspot.com/-H6IA7I2KZ-o/UxgYjbxMWuI/AAAAAAAAA58/-OnNyzFR5ig/s1600/niken-dan-pandu.jpg

Judul : Niken dan Pandu
Penulis : NN
Type File : PDF

Sinopsis :

“Pelajaran kosong”. Tanyakan pada pelajar SMA manapun, kata-kata ini nilainya tinggi sekali, jauh lebih tinggi daripada “batal ulangan” sekalipun. Mungkin kata-kata yang bisa menandingi nilai “pelajaran kosong” hanyalah “dua jam pelajaran kosong”. Itulah sebabnya suasana kelas hari ini ramai sekali. Keramaian ini dimulai saat mereka mendengar bahwa guru biologi, Bu Tanti, tidak bisa mengajar hari ini karena sakit.
Itu berarti, dua pelajaran penuh, dua kali 45 menit, mereka bebas dari pengawasan guru. Guru-guru yang lain sibuk mengajar. Bu Tanti memberikan tugas meringkas dua bab dari buku diktat. Tapi rasanya murid-murid tidak ada yang menganggap penting tugas itu sekarang. Yang penting sekarang adalah pelajaran kosong, dan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

”Kalian bisa diam, tidak?” tiba-tiba saja Bu Mirna, yang sedang mengajar ekonomi di kelas sebelah, masuk ke dalam kelas. Murid-murid cepat-cepat kembali ke tempat duduknya masing-masing. Bertepatan dengan itu, Pak Yusril, kepala sekolah SMA Antonius mengetuk pintu kelas. “Terima kasih, Bu Mirna. Saya akan jaga di kelas ini,” kata Pak Yusril. Ada seorang laki-laki yang membuntutinya.



1 komentar:

  1. thanks ya karena buku yang aku cari dapat dibaca sekarang. :)

    BalasHapus

Berilah saran & komentar demi kemajuan blog kita bersama. Harap memberikan komentar & saran yang sopan. Terima kasih sudah berkunjung :)

Admin

Ziddu