Ayo Share Novel & Cerpen Buatanmu, Buat Semua Orang Membacanya

Bagi para readers, rekan-rekan blogger, dan siapa saja para penulis novel dan cerpen jika ingin men-share novel atau cerpen buatanya agar bisa dibaca semua orang, bisa kirimkan kesini admin dengan senang hati akan bantu share di blog kita tercinta ini.

Salam,

Read-Blogger

PERBAIKAN LINK DOWNLOAD

Mohon maaf admin sampaikan kepada seluruh reader dan blogger dikarenakan link yang admin share telah banyak yang corrup/error. Sebelumnya admin belum memiliki kesempatan untuk memperbaikinya dikarenakan kesibukan pekerjaan yang menyita waktu. Untuk itu admin akan segera perbaharui mulai hari ini. Untuk perbaikannya tidak bisa dilakukan sekaligus tapi bertahap dikarenakan admin membagi waktu antara pekerjaan, jadi dimohon pengertiannya.

Untuk pemberitahuan apa saja link download novel yang telah admin perbaiki dapat dilihat pada laman NEW LINK.


Terima Kasih,


ReadBlogger


Selasa, Maret 3

PIANO DI KOTAK KACA

http://siper.mmtc.ac.id/images/buku/20121024085405.jpg

Judul : Piano di Kotak Kaca
Penulis : Agnes Jessica
Type File : PDF

Sinopsis :

Wajah Sheila berubah murung. “Bapak mau bilang karena saya anak pembunuh, kan? Saya punya sifat kejam dalam diri saya, makanya berkali-kali saya mendapat masalah.”
“Kamu memiliki banyak sifat istimewa. Kamu perhatian pada orang lain, kamu ingin sekali terlibat secara emosional dengan manusia lain. Singkatnya, kamu sensitif dan peduli terhadap orang lain. Tapi orang-orang dengan sifat seperti ini punya kelemahan.”
“Apa kelemahannya?”
“Jika orang lain kurang peduli terhadapnya, ia akan membenci orang itu.”

Sebuah miniatur piano menjadi kenangan terakhir Sheila akan ibunya. Ibunya meninggal karena dibunuh ayahnya sendiri dan sang ayah dipenjara. Tinggal Sheila sebatang kara, tanpa kasih sayang orangtua di usianya yang masih belia.

Uluran tangan dari saudara angkat ayahnya ternyata membawa kepahitan lain. Sheila dijadikan pembantu di tempat tinggalnya yang baru dan berulang kali dianiaya secara mental. Sikap keras gadis itu sering kali dikaitkan dengan latar belakangnya yang berayah pembunuh. Sheila merasa takut akan emosinya yang mudah sekali meledak sehingga melukai orang-orang yang melukai harga dirinya.
Satu-satunya orang yang mengulurkan tangan tulus padanya hanyalah Bram, pria timpang yang memendam banyak kepahitan akibat kondisi fisiknya. Bisakah ikatan yang terjalin di antara mereka mengembalikan jiwa Sheila yang terluka dan merindukan ibunya?



http://adf.ly/16hXiH

1 komentar:

Berilah saran & komentar demi kemajuan blog kita bersama. Harap memberikan komentar & saran yang sopan. Terima kasih sudah berkunjung :)

Admin

Ziddu