Ayo Share Novel & Cerpen Buatanmu, Buat Semua Orang Membacanya

Bagi para readers, rekan-rekan blogger, dan siapa saja para penulis novel dan cerpen jika ingin men-share novel atau cerpen buatanya agar bisa dibaca semua orang, bisa kirimkan kesini admin dengan senang hati akan bantu share di blog kita tercinta ini.

Salam,

Read-Blogger

PERBAIKAN LINK DOWNLOAD

Mohon maaf admin sampaikan kepada seluruh reader dan blogger dikarenakan link yang admin share telah banyak yang corrup/error. Sebelumnya admin belum memiliki kesempatan untuk memperbaikinya dikarenakan kesibukan pekerjaan yang menyita waktu. Untuk itu admin akan segera perbaharui mulai hari ini. Untuk perbaikannya tidak bisa dilakukan sekaligus tapi bertahap dikarenakan admin membagi waktu antara pekerjaan, jadi dimohon pengertiannya.

Untuk pemberitahuan apa saja link download novel yang telah admin perbaiki dapat dilihat pada laman NEW LINK.


Terima Kasih,


ReadBlogger


Minggu, Februari 22

CINTA TAK PERNAH MENARI

http://d.gr-assets.com/books/1203307836l/2267487.jpg

Judul : Cinta Tak Pernah Menari
Penulis : Asma Nadia
Type File : PDF

Sinopsis :

Tidak banyak penulis cerita pendek Indonesia yang memiliki kesegaran dan kelincahan dalam bercerita. Di dalam buku ini, Asma Nadia mencoba menjembatani antara keterampilan bercerita yang ia kuasai dan tuntutan isi yang mutlak dibutuhkan dalam karya sastra. Beragam tema ia kendalikan dengan baik: dari hal yang rumit, sampai persoalan yang sangat sepele. Asma Nadia seolah-olah hendak membuktikan bahwa sesuatu yang “berat” bisa dikemas menjadi sangat sederhana. Tentu saja itu tidak gampang. Joni Ariadinata–cerpenis, redaktur Jurnal Cerpen Indonesia

Membaca cerpen-cerpen Asma Nadia, ternyata realisme belum mati. Bagi remaja, cerita-cerita keseharian dengan realitas di kelas sosial pinggiran, sangat penting untuk mengasah nurani. Maka bacalah dan hati kita akan terus terjaga untuk tetap mengasihi sesama. Gola Gong–novelis dan pengelola Pustakaloka Rumah Dunia

Setting “dunia yang terpinggirkan” senantiasa menarik bagi para penulis cerpen, termasuk Asma Nadia. Tapi dia ternyata juga fasih ketika bercerita tentang kalangan yang sama sekali berbeda, yaitu kalangan “atas” yang terkesan identik dengan hedonisme. Gaya penulisannya pun variatif, dari pendekatan “dramatik emosional” yang cenderung serius, sampai ke cas-cis-cus gaya remaja yang segar. Di antara sepuluh cerpen dalam kumpulan ini, yang paling menarik bagi saya ialah Ibu Pergi Sebulan, yang ternyata justru terbebas dari gaya-gayaan tadi, tapi kuat dalam keunikan gagasannya. Jujur Prananto—penulis cerpen dan skenario

Buat anak-anak muda yang baca buku ini, I`m telling you, you are reading the right book! Pokoknya baca sampai habis, you`ll be inspired, and grateful, plus lebih berani untuk mikir dan tampil beda. Lebih maju! Dewi Hughes Spd.—presenter


http://adf.ly/13s9zJ

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berilah saran & komentar demi kemajuan blog kita bersama. Harap memberikan komentar & saran yang sopan. Terima kasih sudah berkunjung :)

Admin

Ziddu