Ayo Share Novel & Cerpen Buatanmu, Buat Semua Orang Membacanya

Bagi para readers, rekan-rekan blogger, dan siapa saja para penulis novel dan cerpen jika ingin men-share novel atau cerpen buatanya agar bisa dibaca semua orang, bisa kirimkan kesini admin dengan senang hati akan bantu share di blog kita tercinta ini.

Salam,

Read-Blogger

PERBAIKAN LINK DOWNLOAD

Mohon maaf admin sampaikan kepada seluruh reader dan blogger dikarenakan link yang admin share telah banyak yang corrup/error. Sebelumnya admin belum memiliki kesempatan untuk memperbaikinya dikarenakan kesibukan pekerjaan yang menyita waktu. Untuk itu admin akan segera perbaharui mulai hari ini. Untuk perbaikannya tidak bisa dilakukan sekaligus tapi bertahap dikarenakan admin membagi waktu antara pekerjaan, jadi dimohon pengertiannya.

Untuk pemberitahuan apa saja link download novel yang telah admin perbaiki dapat dilihat pada laman NEW LINK.


Terima Kasih,


ReadBlogger


Jumat, Maret 8

Ada Rindu Di Mata Peri



Judul : Ada Rindu Di Mata Peri

Penulis : Asma Nadia
Bahasa : Indonesia
Type File : PDF

Sinopsis :

Bagi Neta, Mama adalah teman curhat dan partner belanja paling asyik.

Sementara Peter, teman sekelas Ken yang sering dijuluki sebagai Anak Mami, dengan mata mengristal bercerita, "Punya Mami itu spesial, Ken. Pelukan Mami paling oke, tempat paling hangat paling..."

Ketika Peter kehilangan kata-kata, Ken merasa rindunya terhadap ibu semakin membukit.
Seandainya saja ia terlahir sebagai seorang peri.
Dua kepak sayap keemasan menopang tubuh mungil melayari langit tiap matahari terbit. Menuju rindu hingga langit ketujuh.

Rindu. Sangat rindu

Tapi bagaimana mengeja rindu kepada yang sudah tiada?

Mereka bilang ibunya meninggal ketika Ken masih berusia satu tahun.

Mereka juga bilang, ibunya cuma masa lalu.

Mungkin karena itu tak satu pun pertanyaan Ken diangap penting untuk dijawab.

Bagaimana ibu meninggal? Di belahan mana bumi mendekapnya?

Sebab mereka, dengan cara yang sempurna, telah memutus semua jejak, hingga tak ada lagi yang bisa dikenang.

Ken sedih, frustrasi. Setiap malam harus melukis wajah Ibu dalam kanvas imajinasi, dalam khayal dan mimpi-mimpi.

Seandainya saja terlahir sebagai seorang Peri, mungkin ia bisa memilih dongeng yang lebih indah.

Tapi Ken bukan peri.


Download Via Ziddu :

http://adf.ly/trlqk

Download Via BOX :

Sumber :
Gambar & Sinopsis : www.google.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berilah saran & komentar demi kemajuan blog kita bersama. Harap memberikan komentar & saran yang sopan. Terima kasih sudah berkunjung :)

Admin

Ziddu